Tugas Praktikum SO

Review Modul 1 dan 2 Praktikum SO

Pada posting kali ini saya akan mencoba untuk mereview modul 1 dan 2 dari praktikum SO. Kedua modul tersebut berisikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Linux seperti pengertian, sejarah, dll. Selamat membaca…

Linux adalah sistem operasi yang berakar dari UNIX dan termasuk sistem operasi yang open source. Sedangkan UNIX sendiri adalah Sistem operasi UNIX adalah kumpulan program yang berperan sebagai penghubung antara komputer dan user. Kernel adalah program komputer yang bertugas dalam mengalokasikan system resources dan mengkoordinasi dari semua proses internal komputer. User berkomunikasi dengan kernel melalui sebuah program yang disebut shell. Shell adalah command line interpreter, shell mentranslate perintah yang diberikan oleh user dan mengubahnya ke bahasa yang dikenali oleh kernel.

Empat komponen dasar dari UNIX antara lain:

  • Kernel, jantung dan bagian inti dari sistem operasi. Kernel berinteraksi dengan hardware dan berbagai tugas seperti manajemen memori, penjadwalan tugas, dan manajemen file.
  • Shell, fasilitas yang memproses request kita kepada sistem operasi. Ketika mengetikan perintah di terminal, shell akang menerjemahkan perintah tersebut dan memanggil program yang kita inginkan sesuai dengan perintah yang kita ketikkan di terminal. Beberapa shell yang terkenal dan yang tersedia di berbagai varian Unix antara lain C Shell, Bourne Shell, dan Korn Shell.
  • Command and Utilities, dalam sebuat sistem operasi terdapat berbagai perintah dan fasilitas yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari dalam penggunaan komputer. Di dalam Unix terdapat command and utilities built in yang sudah terpasang secara default. Kita juga bisa menambahkan perintah-perintah tersebut dengan memasang 3rd party software yang sesuai dengan kebutuhan kita.
  • Files and Directories, sebuah cara Unix untuk mengelola data menjadi sebuah file, dan mengelola file kedalam sebuah direktori. Direktoridirektori ini dikelola kedalam struktur pohon yang disebut dengan filesystem .

Perintah-perintah ini di eksekusi dengan menggunakan Terminal/Console. Untuk membuka jendela Terminal ada beberapa cara:

  • Dash Menu | ketikan “terminal” | klik terminal.
  • Menggunakan shortcut [CTRL] + [ALT] + [T]

 

  1. Perintah Dasar untuk Penanganan File
  • Membuat direktor

mkdir nama_folder

  • Menampilkan folder dan file pada direktori yang aktif

ls

ls -l: memperlihatkan daftar file disertai dengan atribut sepertipemilik, permission, ukuran, dan tanggal modifikasi .

  • ls -a: memperlihatkan daftar file dan file tersembunyi di dalam

direktori sekarang tanpa atribut apapun .

  • ls -al: menggabungkan opsi perintah -l dan -a untuk ls .
  • ls /direktori/ehm: memperlihatkan daftar file dari

/direktori/ehmketika kita sedang berada di direktori sekarang.

  • Berpindah direktori
    cd direktori_tujuan
  • Menampilkan tempat direktori yang aktif
    pwd
  • Menyalin file
    cp file_yang_akan_disalin direktori_tujuan
  • Memindahkan file
    mv file_yang_akan_dipindahkan direktori_tujuan
  • Mengganti nama file

mv nama_file_lama.ehm nama_file_baru.ehm

  • Menghapus file
  • rm file → menghapus file
  • rm -r folder → menghapus folder
  • rm -rf folder → menghapus folder secara paksa
  • Mencari file dalam direktori

find nama_file/folder_yang_akan_dicari

 

  1. Perintah Dasar dalam Pemrosesan Teks
  • Melihat isi file

cat nama_file.ehm

  • Menampilkan jumlah baris, jumlah kata, dan ukuran file (dalam byte) suatu file.

wc nama_file.txt

 

  1. Perintah Dasar dalam Sistem Administrasi
  • Menjalankan perintah/program sebagai super user

sudo nama_perintah

  • Melihat user yang sedang aktif

whoami

 

  1. Perintah Dasar dalam Manajemen Pemrosesan

 

  • Menampilkan proses-proses yang sedang berjalan

ps aux

  • Menampilkan daftar perangakt yang ditancapkan di port USB

lsusb

  • Membersihkan tampilan terminal

clear

 

  1. Utilitiy
  • Merestart sistem

reboot

  • Mematikan sistem

shutdown/halt

  • Menampilakn daftar hardware

lshw

  • Menampilkan lamanya sistem telah berjalan

uptime

  • Kalkulator di dalam terminal

bc

 

  1. Perintah-perintah proses di linux
  • Instruksi ps (process status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada. PID adalah Nomor Identitas Proses, TTY adalah nama terminal dimana proses tersebut aktif, STAT berisi S (Sleeping) dan R (Running), COMMAND merupakan instruksi yang digunakan

ps

  • Untuk melihat faktor/elemen lainnya, gunakan option –u (user). %CPU adalah presentasi CPU time yang digunakan oleh proses tersebut, %MEM adalah presentasi system memori yang digunakan proses, SIZE adalah jumlah memori yang digunakan, RSS (Real System Storage) adalah jumlah memori yang digunakan, START adalah kapan proses tersebut diaktifkan

ps –u

  • Mencari proses yang spesifik untuk pemakai

ps –u nama_user

  • Mencari proses lainnya gunakan opsi a, au dan aux

ps –a

ps –u

ps –aux

  • Melihat proses yang sedang berjalan

top

htop

Catatan : untuk install htop ketik command sudo apt-get install htop (perlu koneksi

internet)

  • Menampilkan hubungan proses parent dan child

ps –eH Menampilkan hubungan proses parent dan child

ps -eF Menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya

pstree Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki parent/child

  • Menghentikan suatu proses/job

kill %nomor_job

kill no_PID

pkill nama_proses

pkillall nama_proses

  • Mengubah prioritas suatu proses

renice no_prioritas no_PID

Mungkin sekian review singkat dari saya, agar lebih memahami fungsi diatas saya menyarankan untuk mencobanya sendiri dan mencari sumber lain.

Referensi :

Modul 1 dan 2 Praktikum SO

Tugas 2 Matakuliah Sistem Operasi

Review Struktur SO dan Status Proses SO

Pada posting kali ini saya akan sedikit membahas tentang struktur dan status proses dari salah satu SO yaitu eyeOS. eyeOS adalah sistem operasi dekstop yang berbasis web yang dapat dijalankan dengan menggunakan browser seperti mozila, chrome, dll. Dulunya eyeOS merupakan sistem operasi yang open source namun sekarang sudah menjadi close source. Dalam penggunaannya eyeOS menyerupai dengan linux yaitu harus memasukan perintah-perintah untuk instalasi dan kebutuhan lain. eyeOS juga memiliki aplikasi seperti eyeDocs (seperti halnya Ms. Word), eyeExplorer (seperti halnya Windows Explorer), dll. Berikut adalah beberapa informasi yang saya dapatkan tentang eyeOS.

Struktur Direktori eyeOS

1. eyeos/apps: merupakan direktori tempat disimpannya aplikasi.
2. eyeos/extem: merupakan direktori yang berisi file tampilan-tampilan eyeOS, seperti Cascading Style Sheets (CSS), gambar, dll.
3. eyeos/extras: berisi file-file tambahan yang dibutuhkan.
4. eyeos/system: merupakan sistem direktori yang berisi layanan, libraries, kernel dan onfigurasi global.
5. eyeos!users: merupakan direktori pengguna (user) dengan semua file dokumen dan konfigurasi.
6. eyeos/workgroups: berisi semua file yang dimiliki oleh semua grup user.

Struktur Aplikasi Pada Direktori eyeOS

1. eyeos/apps/, merupakan direktori yang berisi kode-kode untuk setiap aplikasi.
2. eyeos/apps/applicationname/, merupakan direktori utama aplikasi.
3. eyeos/apps/applicationname/applicationname.js, merupakan kode-kode aplikasi Graphic User Interface (GUI).
4. eyeos/apps/applicationname/info.xml, XML (Extensible Markup Language) yang berisi informasi aplikasi.
5. eyeos/apps/applicationname/extern/, berisi beberapa file aplikasi yang bisa diakses dari browser, seperti gambar, CSS, dll.

Status Proses eyeOS

Karena eyeOS merupakan sistem operasi yang menggunakan cloud system, maka semua proses diolah oleh server. Namun dalam penggunaanya user haruslah login terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam eyeOS.

sumber : http://eyeos.org ,
http://www.zdnet.com/article/eyeos-case-study-on-how-people-are-using-a-webos/ , http://www.linuxuser.co.uk/reviews/eyeos-2-5-open-source-how-the-mighty-have-fallen

Tugas 1 Sistem Operasi

Tugas 1 Sistem Operasi

Terdapat tiga buah teknik yang dapat digunakan dalam operasi I/O. Pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dengan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, termasuk status perangkat pengindera, pengiriman perintah pembacaan atau penulisan dan pemindahan data. Ketika CPU mengeluarkan perintah ke modul I/O, maka CPU harus menunggu sampai operasi I/O selesai. Apabila CPU lebih cepat dibandingkan modul I/O maka hal ini akan membuang-buang waktu CPU. Dengan menggunakan interrupt driven I/O, CPU mengeluarkan perintah CPU dilanjutkan dengan mengeksekusi instruksi-instruksi lainnya dan diinterupsi oleh modul I/O apabila instruksi-instruksi tersebut telah selesai dilaksanakan. Dengan menggunakan I/O terprogram dan I/O interrupt maka CPU bertanggungjawab atas pengeluaran data dari memori utama untuk keperluan output dan penyimpanan data di dalam memori utama untuk keperluan input. Alternatifnya dikenal sebagai direct memory access (DMA). Dalam mode ini, modul I/O dan main memori saling bertukar data secara langsung tanpa melibatkan CPU.

1. Programmed I/O

Programmed I/O memiliki beberapa sifat yaitu CPU dapat mengendalikan secara langsung terhadap I/O baik membaca/menulis perintah maupun transfer data dan CPU menunggu I/O module untuk menyelesaikan operasi.
Untuk mengeksekusi instruksi yang berkaitan dengan I/O, CPU membuat sebuah alamat yang menspesifikasikan modul I/O dan perangkat eksternal tertentu, dan sebuah perintah I/O. Terdapat empat jenis perintah I/O yang akan diterima modul I/O ketika modul tersebut dialamati oleh CPU. Perintah-perintah tersebut dapat diklasifikasikan sebagai control, test, read dan write.

  • Perintah control digunakan untuk mengaktivasi peripheral dan memberitahunya tentang tugas yang harus dilaksanakannya.
  • Perintah test digunakan untuk menguji bermacam-macam kondisi status yang berkaitan dengan modul I/O dan perangkat peripheralnya. CPU perlu mengetahui bahwa peripheral yang dimaksud berada dalam keadaan aktif dan dapat digunakan. CPU juga perlu mengetahui apakah operasi I/O yang terkini telah selesai dan terjadinya error.
  • Perintah read mengakibatkan modul I/O akan mendapatkan sebuah butir data dari peripheral dan menaruhnya didalam buffer internal (register). Kemudian CPU akan memperoleh butir data dengan memintanya yang ditaruh modul I/O pada bus data.
  • Perintah write menyebabkan modul I/O mengambil data (byte atau word) dari bus data dan kemudian mentransmisikan butir data itu ke peripheral.

2. Interrupt Driven I/O

Interrupt driven I/O adalah teknik untuk mengefisiensikan waktu kosong dari programmed I/O, namun tidak mengecek ulang device. Dan terdapat I/O module interrupt ketika sudah siap.

  • CPU membaca perintah-perintah yang masuk
  • Ketia I/O module mendapatkan data dari peripheral CPU memproses pekerjaan lain.
  • I/O module interrupts memberitahukan CPU
  • CPU meminta data
  • I/O module mentransfer data

3. Direct Memory Access

Dalam menjalankan programmed I/O dan interrupt driven I/O ternyata masih banyak kekurangan antara lain :

    • Kelajuan transfer I/O dibatasi oleh kecepatan yang pada kecepatan itu CPU dapat menguji dan melayani perangkat.
    • CPU ditentukan oleh pengaturan transfer I/O; sejumlah instruksi harus dieksekusi bagi setiap transfer I/O nya.

Terdapat semacam trade-off antara kedua masalah ini. Misalkan suatu transfer blok data. Dengan menggunakan I/O terprogram sederhana, CPU didedikasikan untuk tugas I/O dan dapat memindahkan data dengan kelajuan yang agak lebih tinggi, dengan resiko tidak dapat mengerjakan tugas lainnya. I/O interrupt membebaskan CPU dengan mengobarkan kelajuan transfer I/O. walaupun begitu, kedua metode tersebut memiliki dampak yang buruk terhadap aktivitas CPU dan laju transfer I/O.

Ketika data yang bervolume besar akan dipindahkan, diperlukan teknik yang lebih efisien: direct memori access (DMA)
DMA meliputi modul-modul tambahan pada bus system. Modul DMA mampu menirukan CPU, bahkan mengambil alih control system dari CPU. Teknik ini bekerja sebagai berikut. Pada saat CPU ingin membaca atau menulis blok data, CPU mengeluarkan perintah ke modul DMA, dengan mengirimkan ke modul DMA informasi berikut ini :

– Read atau write yang diminta.
– Alamat perangkat I/O yang dilibatkan.
– Lokasi awal dalam memori untuk membaca atau menulis.
– Jumlah word yang akan dibaca atau ditulis.

Kemudian CPU melanjutkan pekerjaan lainnya. CPU telah mendelegasikan operasi I/O ini kepada modul DMA, dan modul itu akan menjalankan tugasnya. Modul DMA memindahkan seluruh blok data, word per word, secara langsung ke memori atau dari memori, tanpa harus melalui CPU. Ketika pemindahan ini telah selesai, modul DMA akan mengirimkan signal interrupt ke CPU. Sehingga CPU hanya akan dilibatkan pada awal dan akhir pemindahan saja.